Rabu, 02 Februari 2011

Pedrosa Merasa Belum Pasti


 
 
Pedrosa Merasa Belum Pasti
SEPANG, Kompas.com - Pebalap Repsol Honda, Dani Pedrosa, tampil sangat impresif pada hari kedua latihan resmi MotoGP 2011 di Sepang, Malaysia, Rabu (2/2/11), karena selalu menjadi yang tercepat. Meskipun demikian, pebalap Spanyol ini belum bisa memutuskan pengembangan teknis mana yang bekerja dengan sangat baik.
Memang, Pedrosa membuat catatan waktu lebih cepat 0,804 detik dari rekan setimnya, Casey Stoner, yang menjadi terbaik pada latihan hari pertama kemarin. Pada hari ini, Stoner hanya mampu menempati peringkat dua. Tetapi, posisi terbaik Stoner ini diraih ketika mencatat waktu terbaik di lap ke-43, dari total 44 lap yang dilahapnya.
Meskipun demikian, Pedrosa masih unggul 0,664 detik dari rekannya asal Australia tersebut ketika latihan diakhiri pada pukul 18.00 waktu setempat. Runner-up MotoGP 2010 ini mampu memperbaiki catatan waktunya pada hari pertama, dengan 1,254 detik.
"Hari ini kami fokus pada hal baru, pagi hari untuk mesin 2011 dan sasis. Kemudian, pada sore hari saya mengecek beberapa shok, dengan spesifikasi berbeda," jelas Pedrosa.
"Belum ada hal yang jelas bagi saya mengenai sasis, mesin dan shok setelah tes hari ini. Tetapi besok, kami akan mencoba mendapatkan kepastian mengenai rasa dan mungkin mencoba fork baru.
"Akan menyenangkan jika menyelesaikan tes dengan sebuah ide yang jelas untuk menuju arah yang tepat pada musim ini.
"Setiap waktu akan mencoba hal baru, dan biasanya ada yang naik dan ada pula yang turun. Karena itu, anda harus mendapatkan sebuah kesan yang sangat presisi mengenai bagian-bagian baru, dan memikirkan secara hati-hati tentang keuntungan dan kerugiannya."
Pedrosa juga merasa bahwa mesin baru sudah lebih bertenaga. Meskipun demikian, masih perlu pekerjaan tambahan.
Latihan di Sepang ini masih akan berlanjut pada Kamis (3/2/11), yang menjadi hari terakhir latihan resmi pra-musim di Sepang.

Pedrosa Terbaik, Rossi Masih Tercecer


 
Pedrosa Terbaik, Rossi Masih Tercecer
SEPANG, KOMPAS.com — Dani Pedrosa menjadi yang terbaik sepanjang latihan resmi hari kedua MotoGP 2011 di Sepang, Malaysia, Rabu (2/2/2011). Pebalap Repsol Honda itu terus mencatat waktu terbaik sejak awal hingga penutup latihan pada pukul 18.00 waktu setempat.
Melahap 39 lap, pebalap Spanyol tersebut mencatat waktu terbaik 2 menit 0,770 detik. Dia berada di depan rekan setimnya yang kemarin menjadi yang tercepat saat latihan terakhir, Casey Stoner. Posisi ketiga ditempati pebalap Yamaha, Ben Spies, yang pada sesi-sesi sebelumnya (pukul 12.00 dan 14.00) berada di peringkat kedua.
Tim Repsol Honda masih tetap memperlihatkan dominasinya sejak kemarin hingga hari ini. Pabrikan Jepang tersebut hampir selalu menempatkan tiga pebalapnya di posisi lima besar, dan pada sesi terakhir latihan hari kedua ini, Andrea Dovizioso berada di posisi keempat.
Pebalap Ducati, Valentino Rossi, masih terpuruk. "The Doctor" tetap tercecer di luar posisi 10 besar dan kali ini dia turun ke posisi ke-13; pada latihan pukul 16.00, Rossi berada di posisi ke-12. Juara dunia tujuh kali MotoGP ini berada di belakang rekan setimnya, Nicky Hayden yang menempati urutan ke-11 dan pebalap tim Aspar, Randy de Puniet, di posisi ke-12.
Sementara itu, juara dunia 2010 yang juga rekan setim Spies, Jorge Lorenzo, harus puas di posisi ketujuh. Pebalap Spanyol ini kalah bersaing dengan duet Gresini Honda, Marco Simoncelli dan Hiroshi Aoyama, yang berturut-turut berada di posisi ke-5 dan ke-6.
Latihan perdana pra-musim di Sepang ini masih akan berlanjut besok, yang merupakan hari terakhir.
- Hasil latihan pukul 18.00
Dani Pedrosa  ESP Repsol Honda Team  2m 0.770s (39 laps)Casey Stoner AUS Repsol Honda Team 2m 1.434s (44 laps)Ben Spies USA Yamaha Factory Racing 2m 1.508s (60 laps)Andrea Dovizioso ITA Repsol Honda Team 2m 1.512s (48 laps)Marco Simoncelli ITA San Carlo Honda Gresini 2m 1.522s (42 laps)Hiroshi Aoyama JPN San Carlo Honda Gresini 2m 1.534s (58 laps)Jorge Lorenzo ESP Yamaha Factory Racing 2m 1.563s (35 laps)Alvaro Bautista ESP Rizla Suzuki MotoGP 2m 1.687s (63 laps)Colin Edwards USA Monster Yamaha Tech 3 2m 1.722s (33 laps)Hector Barbera ESP Aspar Team 2m 2.093s (45 laps)Nicky Hayden USA Ducati Team 2m 2.379s (62 laps)Randy de Puniet FRA Pramac Racing Team 2m 2.426s (50 laps)Valentino Rossi ITA Ducati Team 2m 2.597s (42 laps)Kosuke Akiyoshi JPN Honda Test Rider 2m 2.619s (47 laps)Cal Crutchlow GBR Monster Yamaha Tech 3 2m 3.032s (38 laps)Loris Capirossi ITA Pramac Racing Team 2m 3.047s (56 laps)Karel Abraham CZE Cardion AB Motoracing 2m 3.466s (47 laps)Bike #T2 JPN Yamaha test Rider 2m 3.910s (51 laps)Toni Elias ESP LCR Honda MotoGP 2m 4.026s (58 laps)Bike #T1 JPN Yamaha Test Rider 2m 4.142s (56 laps)

Sepakbola Indonesia Turun Tiga Peringkat





Liputan6.com, Jakarta: Peringkat Indonesia pada Badan Sepakbola Dunia (FIFA) turun dari posisi 126 ke posisi 129. Berdasarkan laman resmi FIFA, Kamis (3/2), peringkat Indonesia yang tidak lolos ke Piala Asia 2011 ini masih di bawah Thailand yang berada di peringkat 120, namun berada di atas Vietnam (134), Malaysia (140) dan Singapura (142).
Kendati menjadi dua teratas di Asia Tenggara, Thailand dan Indonesia tidak mampu menjadi 10 kekuatan elite sepakbola Benua Asia. Di kawasan Asia ini, Jepang yang sukses merebut Piala Asia 2011 meroket 12 tangga ke posisi 17 dan menyalip Australia yang walaupun tampil menjadi runner-up, naik lima peringkat ke posisi 21.
Lima besar dunia tetap dipegang Spanyol disusul Belanda, Jerman, Brasil dan Argentina.
Daftar 10 Besar FIFA:
1. Spanyol
2. Belanda
3. Jerman
4. Brasil
5. Argentina
6. Inggris
7. Uruguay
8. Portugal
9. Kroasia
10.Yunani
Peringkat 10 Besar Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC):
1. Jepang (17)
2. Australia (21)
3. Korsel (32)
4. Iran (44)
5. China (75)
6. Uzbekistan (77)
7. Arab Saudi (82)
8. Yordania (84)
9. Irak (88)
10.Qatar (90)
Peringkat 10 Besar ASEAN:
1. Thailand (120)
2. Indonesia (129)
3. Vietnam (134)
4. Malaysia (140)
5. Singapura (142)
6. Myanmar (149)
7. Filipina (152)
8. Kamboja (166)
9. Laos (169)
10. Brunei Darussalam (197)
(ANS/Ant)

Menpora: Tindaklanjuti Informasi Suap Piala AFF


 
 
Menpora: Tindaklanjuti Informasi Suap Piala AFF
Jakarta (ANTARA) - Menegpora Andi Malarangeng meminta agar pihal kepolisian menindak lanjuti informasi yang beredar luas melalui surat elektronik yang mengatakan adanya suap pada final Piala AFF antara Indonesia dan Malaysia Desember 2010 lalu.
"Saya sangat terkejut mendengar informasi itu. Kalau informasi itu benar, itu bukan saja kriminal biasa, tapi pengkhiatan kepada bangsa," kata Andi Mallarangeng usai membuka seminar di Jakarta, Selasa.
Dugaan suap dalam final Piala AFF mencuat setelah beredarnya surat elektronik yang ditujukan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dari seseorang bernama Eli Cohen, mengaku sebagai pegawai pajak Kementerian Keuangan, yang meminta dilakukan penyelidikan atas skandal suap pada final Piala AFF di Malaysia.
Sebagai tindak lanjut dari informasi tersebut. Andi kemudian menugaskan Sekretaris Menpora Wafid Muharam untuk berkonsultasi dengan pihak kepolisian yang berwenang untuk mengusut tuntas informasi yang disampaikan seseorang bernama Eli Cohen itu.
Tapi sejauh ini tidak ada yang mengetahui secara pasti identitas pengirim tersebut.
"Informasi itu belum tentu benar dan juga belum tentu tidak benar. Kami tidak bisa menentukan, tapi yang jelas kami menerima informasi itu," kata Andi.
Terlepas dari kebenaran isi surat tersebut, Andi mengatakan bahwa warga biasa bisa saja memberikan informasi mengenai pelaku kejahatan seperti salah seorang warga negara yang melaporkan keberadaan Gayus Tambunan di luar negeri.
"Saya tidak tahu siapa pengirimnya dan juga tidak tahu apakah informasi itu benar. Tapi bagi saya informasi ini sangat mengejutkan," katanya.
Pada final Piala AFF yang berlangsung Desember lalu, Indonesia gagal meraih gelar juara setelah takluk 0-3 di Kuala Lumpur meski kemudian menang 2-1 di Jakarta.

Selasa, 25 Januari 2011

Atasi Krisis Keuangan, Persik Siapkan Dua Skenario


Persik Kediri. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
TEMPO Interaktif, Kediri - Manajer Persik Kediri Sunardi mengaku tengah menyiapkan langkah untuk bergabung ke LPI. Sebab, ia mengaku tim tersebut tengah dilanda krisis keuangan hingga memicu keterlambatan gaji pemain.

Sunardi mengakui tekanan agar tim tersebut tidak lagi membebani keuangan daerah terus menguat. Sementara manajemen juga belum mampu mendapatkan sumber keuangan selain Anggaran Pendapatan Belanja Daerah yang terus digelontorkan sejak tahun 2002. "Kami telah menyiapkan skenario," kata Sunardi usai laga Persik melawan Persemalra di Stadion Brawijaya Kediri, Senin (24/1).

Skenario yang dimaksud adalah menyiapkan dua tim untuk bermain di Liga Super Indonesia (LSI) dan Liga Premium Indonesia (LPI). Masing-masing adalah Persik 1974 dan Kediri United. Rencananya tim tersebut akan bermain di masing-masing kompetisi untuk menyelamatkan eksistensi Persik. "Kami sadar tak bisa gunakan uang APBD terus-menerus," katanya.

Namun Sunardi enggan menjelaskan lebih rinci tentang kesiapan teknis pembentukan dua tim tersebut. Strategi tersebut menurut dia, merupakan jawaban atas desakan masyarakat untuk bisa lepas dari APBD. "Saat ini memang LPI yang terbaik," katanya.

Sekretaris Umum Persik Barnadi, mengatakan penyiapan dua tim tersebut merupakan strategi untuk menghindari sanksi yang akan dijatuhkan PSSI. Sebab, sesuai komitmen yang berlaku, anggota PSSI tak diperkenankan bermain di LPI. Dengan keberadaan dua tim ini diharapkan akan bisa menyelamatkan Persik dari sanksi tersebut.

Barnadi sendiri akan membebaskan seluruh pemain Persik untuk memilih tim yang akan bermain di LSI dan LPI. Jika nantinya semua pemain terbaik Persik hijrah ke LPI, maka konsekuensinya klub tersebut akan terdegradasi ke Divisi Satu. "Tidak masalah meskipun turun kelas," katanya.

Bagaimana dengan pendanaan untuk tim yang tetap bermain di LSI? Barnadi menegaskan klub itu akan dibiyai oleh APBD melalui dana KONI. Hanya saja nilainya tidak akan sebesar yang diperoleh Persik selama ini.

Ketua Umum Persik yang juga Wali Kota Kediri Samsul Ashar mengakui rencana tersebut. Dia juga menyampaikan jika saat ini klub yang dipimpinnya tengah dilanda krisis keuangan. Samsul berharap LPI bisa mempertimbangkan Persik jika hendak bergabung ke liga yang diprakarsai Arifin Panigoro tersebut. "Mudah-mudahan masih bisa," katanya.

Pemain asing Persik OK Jhon mengakui adanya krisis keuangan ini. Dia mengaku belum menerima pembayaran gaji sejak beberapa bulan terakhir. Pemain belakang asal Nigeria ini tak akan mempermasalahkan keputusan manajemen yang akan hijrah ke LPI asalkan gajinya terpenuhi. "Yang penting ininya," kata OK Jhon sambil menggerakkan ibu jari dan telunjuknya untuk memberi isyarat uang.

HARI TRI WASONO

10 Pemain Paling Loyal


Pele. REUTERS
TEMPO Interaktif, London - Loyalitas bisa dikatakan hal yang langka saat ini. Tapi bukan berarti kesetiaan seorang pemain terhadap klub tidak pernah ada. Beberapa nama bahkan tak pernah berganti klub sejak memulai kariernya. Siapa saja mereka?

10. Pele
(Santos 1956-1974, New York Cosmos 1975-1976)

Pele memang mengakhiri kariernya di klub Amerika Serikat New York Cosmos. Namun sebagai pemain, ia lebih dikenal sebagai legenda Santos selama 18 tahun.

"Real Madrid menginginkan saya, bersama Manchester United dan Juventus," katanya pada Eurocalcio dalam sebuah wawancara tahun 2009.

Pele menambahkan, "Presiden Juventus bahkan hampir mencapai kesepakatan dengan Santos termasuk dukungan dari (pabrikan mobil Italia) Fiat. Saya pikir saya akan bermain di Eropa, tapi saya lebih memilih tetap di tim yang ada di hati saya, Santos."

9. Sepp Maier
(Bayern Muenchen 1962-1979)

Satu di antara segelintir kiper yang bertahan di satu klub - Bayern Muenchen. Maier menjadi andalan mistar the Bavarians selama 17 tahun. Ia meraih berbagai gelar termasuk Juara Dunia bersama nationalmannschaft pada 1974.

Maier hanya kalah oleh kiper Denmark Lars Hogh yang menghabiskan karier 23 tahun bersama Odense BK, tampil di lebih dari 800 pertandingan, sebelum pensiun tahun 2000.

8. Matthew Le Tissier
(Southampton 1986-2002)

Lahir di Guernsy Le Tiss, Tissier berpeluang memperkuat Prancis. Dengan talentanya dia bisa bersinar bersama Les Bleus ketimbang The Three Lions. Namun gelandang serang itu memilih tetap di Inggris meski hanya bermain 8 kali.

Suatu saat rekannya Alan Shearer mengajaknya bergabung ke Blackburn Rovers, sementara Manchester United juga tertarik. Le Tissier memilih tetap di Southampton sepanjang kariernya. Tak salah jika bintang Barcelona Xavi Hernandez mengaguminya dan menyebutnya 'pemain sensational.'

7. Lev Yashin
(Dynamo Moscow 1949-1971)

Terpilih sebagai kiper terbaik Abad ke-20, Yashin dijuluki The Black Spider karena kemampuan refleknya yang luar biasa. Veteran di tiga Piala Dunia, Yashin menjadi satu-satunya kiper yang pernah memenangkan gelar Ballon d'Or pada 1963.

Ia menghabiskan seluruh 22 tahun kariernya bersama Dynamo Moscow. Ia tetap di klub tersebut dua dekade kemudian sebelum wafat tahun 1990.

6. Alessandro Del Piero
(Padova 1991-1993, Juventus 1993-sekarang)

Mampu menyingkirkan karier Roberto Baggio di Juventus Anda haruslah seorang pemain yang spesial. Itulah yang dilakukan Del Piero ketika Si Nyonya Tua merekrutnya dari Padova pada 1993.

Kerap diisukan pindah ke Spanyol dan Inggris, Del Piero yang kini berusia 36 tahun tetap bertahan di Turin. Ketika Fabio Capello pindah ke Real Madrid, dan Juventus terdepak ke Seri B, ia juga memilih bertahan.

“Juventus adalah bagian dari sejarah hidup saya. Saya tak bisa memikirkan saya memperkuat klub lain di Italia. Saya akan tetap di sini sampai akhir,” katanya pada Sky Italia.

5. Jan Ceulemans
(Lierske SK 1974-1978, Club Brugge 1978-1992)

Bagi pendukung Belgia, tentunya takkan bisa melupakan seorang pemain yang begitu dominan menguasai lini tengah Belgia di tahun 1980-an. Ia adalah kapten yang mengantar Belgia ke peringkat empat di Piala Dunia Meksiko 1986 dan pemegang rekor cap tim nasional dengan 96 penampilan.

Ceulemans menghabiskan seluruh kariernya di Belgia. Setelah memperkuat Lierse ia pindahke Brugge pada 1978 dan bertahan selama 14 tahun.

4. Carles Puyol
(Barcelona 1997-sekarang)

Jika AC Milan punya Paolo Maldini maka Barcelona punya Carles Puyol. Rasanya sulit membayangkan pemain 32 tahun yang gampang dikenali dengan rambut kriwilnya itu menggunakan kostum lain selain Blaugrana.

Setelah menembus tim utama pada 1999, ia sempat dirayu Manchester United yang menginginkannya pada 2003. "United salah satu tim terbaik dunia dan semua pemain akan senang bergabung. Jika memang ini bagus untuk klub saya akan pergi, tapi keinginan saya adalah tetap di sini.” katanya."

3. Juan Carlos Plata
(Municipal 1990-2010)

Plata mungkin tak terkenal di Eropa, tapi di Amerika Tengah ia adalah mesin gol selama dua dekade. Striker ini memecahkan banyak rekor selama di Municipal, memenangkan 15 gelar dan mengejutkan Brasil ketika membuat gol balasan yang menahan raksasa dunia itu di Piala Dunia 1998.

2. Ryan Giggs
(Manchester United 1990-sekarang)

Sejak memulai kariernya di tim junior Manchester City, Giggs tak pernah lagi berniat meninggalkan The Red Devils. Ia menghabiskan lebih dari dua dekade di Old Trafford. AC Milan pernah menawarkan transfer luar biasa bagi Giggs demikian juga dengan presiden Inter Milan Massimo Moratti yang mengagumi pemain sayap asal Wales ini. Tahun 2003 Giggs dilamar Inter yang siap memberikan striker Brasil.

"Tak ada alasan serius kenapa saya harus meninggalkan klub ini. Memang pernah ada rumor pada 2002/2003 yang mengatakan saya bergabung dengan Inter tapi tak pernah terjadi," katanya.

Dengan 11 gelar Liga Primer dan mungkin akan bertambah lagi, Giggs seperti bukan pemain yang sudah berusia 37 tahun.

1. Paolo Maldini
(AC Milan 1985-2009)

Bicara AC Milan maka bicara soal Paolo Maldini. Sejak memulai debutnya di umur 16 tahun, Maldini tak pernah meninggalkan Rossoneri. Ia memenangkan 7 gelar Scudetto dan 5 gelar Eropa, Maldini adalah ikon kesuksesan klub San Siro itu selama lebih dari 20 tahun.

Bersama Franco Baresi dan Giuseppe Bergomi, Maldini bertahan di Milan sepanjang kariernya. Ia sempat dirayu mantan rekannya Ruud Gullit untuk bergabung dengan Chelsea pada 1997 namun ia bertahan sampai mengakhiri karier pada 2009.

Nama Maldini sepertinya akan berlanjut karena dua anaknya Christian dan Daniel adalah pemain di klub junior Milan.

GOAL | RAJU

PSSI Keliru Beri Sanksi Degradasi


PSSI
TEMPO Interaktif, Makassar - Penasihat Hukum PSM Makassar Syahrir Cakkari menegaskan, tim Juku Eja tetap akan berkompetisi di Liga Primer dan tidak akan pernah kembali ke Liga Super Indonesia.
“Itu sudah menjadi keputusan bulat dari kami selaku pengurus,” kata Syahrir kepada Tempo, Selasa (25/1). Meskipun pekan lalu Sekretaris Jenderal PSSI Nugraha Besoes menyatakan  PSM Makassar belum dipecat dari keanggotaan dan hanya dihukum berupa terdegradasi ke divisi utama, namun Syahrir menyatakan bahwa pengurus akan tetap pada pendiriannya, yaitu tidak akan kembali berkompetisi di Liga Super.
“Apapun yang terjadi itu akan kami lalui,” ujarnya. Diturunkannya ranking PSM ke divisi utama, kata Syahrir, menandakan pengurus PSSI, termasuk Nugraha Besoes diselimuti kekeliruan.

“Yang berhak menurunkan ranking ke divisi utama itu adalah Badan Liga Indonesia,” kata Syahrir. PSSI, hanya mengurus soal regulasi dan keanggotaan, "Bukannya soal memberi sanksi," ujarnya.

Irfan Abdul Gani