TEMPO Interaktif, Kediri - Manajer Persik Kediri Sunardi mengaku tengah menyiapkan langkah untuk bergabung ke LPI. Sebab, ia mengaku tim tersebut tengah dilanda krisis keuangan hingga memicu keterlambatan gaji pemain.
Sunardi mengakui tekanan agar tim tersebut tidak lagi membebani keuangan daerah terus menguat. Sementara manajemen juga belum mampu mendapatkan sumber keuangan selain Anggaran Pendapatan Belanja Daerah yang terus digelontorkan sejak tahun 2002. "Kami telah menyiapkan skenario," kata Sunardi usai laga Persik melawan Persemalra di Stadion Brawijaya Kediri, Senin (24/1).
Skenario yang dimaksud adalah menyiapkan dua tim untuk bermain di Liga Super Indonesia (LSI) dan Liga Premium Indonesia (LPI). Masing-masing adalah Persik 1974 dan Kediri United. Rencananya tim tersebut akan bermain di masing-masing kompetisi untuk menyelamatkan eksistensi Persik. "Kami sadar tak bisa gunakan uang APBD terus-menerus," katanya.
Namun Sunardi enggan menjelaskan lebih rinci tentang kesiapan teknis pembentukan dua tim tersebut. Strategi tersebut menurut dia, merupakan jawaban atas desakan masyarakat untuk bisa lepas dari APBD. "Saat ini memang LPI yang terbaik," katanya.
Sekretaris Umum Persik Barnadi, mengatakan penyiapan dua tim tersebut merupakan strategi untuk menghindari sanksi yang akan dijatuhkan PSSI. Sebab, sesuai komitmen yang berlaku, anggota PSSI tak diperkenankan bermain di LPI. Dengan keberadaan dua tim ini diharapkan akan bisa menyelamatkan Persik dari sanksi tersebut.
Barnadi sendiri akan membebaskan seluruh pemain Persik untuk memilih tim yang akan bermain di LSI dan LPI. Jika nantinya semua pemain terbaik Persik hijrah ke LPI, maka konsekuensinya klub tersebut akan terdegradasi ke Divisi Satu. "Tidak masalah meskipun turun kelas," katanya.
Bagaimana dengan pendanaan untuk tim yang tetap bermain di LSI? Barnadi menegaskan klub itu akan dibiyai oleh APBD melalui dana KONI. Hanya saja nilainya tidak akan sebesar yang diperoleh Persik selama ini.
Ketua Umum Persik yang juga Wali Kota Kediri Samsul Ashar mengakui rencana tersebut. Dia juga menyampaikan jika saat ini klub yang dipimpinnya tengah dilanda krisis keuangan. Samsul berharap LPI bisa mempertimbangkan Persik jika hendak bergabung ke liga yang diprakarsai Arifin Panigoro tersebut. "Mudah-mudahan masih bisa," katanya.
Pemain asing Persik OK Jhon mengakui adanya krisis keuangan ini. Dia mengaku belum menerima pembayaran gaji sejak beberapa bulan terakhir. Pemain belakang asal Nigeria ini tak akan mempermasalahkan keputusan manajemen yang akan hijrah ke LPI asalkan gajinya terpenuhi. "Yang penting ininya," kata OK Jhon sambil menggerakkan ibu jari dan telunjuknya untuk memberi isyarat uang.
HARI TRI WASONO
Sunardi mengakui tekanan agar tim tersebut tidak lagi membebani keuangan daerah terus menguat. Sementara manajemen juga belum mampu mendapatkan sumber keuangan selain Anggaran Pendapatan Belanja Daerah yang terus digelontorkan sejak tahun 2002. "Kami telah menyiapkan skenario," kata Sunardi usai laga Persik melawan Persemalra di Stadion Brawijaya Kediri, Senin (24/1).
Skenario yang dimaksud adalah menyiapkan dua tim untuk bermain di Liga Super Indonesia (LSI) dan Liga Premium Indonesia (LPI). Masing-masing adalah Persik 1974 dan Kediri United. Rencananya tim tersebut akan bermain di masing-masing kompetisi untuk menyelamatkan eksistensi Persik. "Kami sadar tak bisa gunakan uang APBD terus-menerus," katanya.
Namun Sunardi enggan menjelaskan lebih rinci tentang kesiapan teknis pembentukan dua tim tersebut. Strategi tersebut menurut dia, merupakan jawaban atas desakan masyarakat untuk bisa lepas dari APBD. "Saat ini memang LPI yang terbaik," katanya.
Sekretaris Umum Persik Barnadi, mengatakan penyiapan dua tim tersebut merupakan strategi untuk menghindari sanksi yang akan dijatuhkan PSSI. Sebab, sesuai komitmen yang berlaku, anggota PSSI tak diperkenankan bermain di LPI. Dengan keberadaan dua tim ini diharapkan akan bisa menyelamatkan Persik dari sanksi tersebut.
Barnadi sendiri akan membebaskan seluruh pemain Persik untuk memilih tim yang akan bermain di LSI dan LPI. Jika nantinya semua pemain terbaik Persik hijrah ke LPI, maka konsekuensinya klub tersebut akan terdegradasi ke Divisi Satu. "Tidak masalah meskipun turun kelas," katanya.
Bagaimana dengan pendanaan untuk tim yang tetap bermain di LSI? Barnadi menegaskan klub itu akan dibiyai oleh APBD melalui dana KONI. Hanya saja nilainya tidak akan sebesar yang diperoleh Persik selama ini.
Ketua Umum Persik yang juga Wali Kota Kediri Samsul Ashar mengakui rencana tersebut. Dia juga menyampaikan jika saat ini klub yang dipimpinnya tengah dilanda krisis keuangan. Samsul berharap LPI bisa mempertimbangkan Persik jika hendak bergabung ke liga yang diprakarsai Arifin Panigoro tersebut. "Mudah-mudahan masih bisa," katanya.
Pemain asing Persik OK Jhon mengakui adanya krisis keuangan ini. Dia mengaku belum menerima pembayaran gaji sejak beberapa bulan terakhir. Pemain belakang asal Nigeria ini tak akan mempermasalahkan keputusan manajemen yang akan hijrah ke LPI asalkan gajinya terpenuhi. "Yang penting ininya," kata OK Jhon sambil menggerakkan ibu jari dan telunjuknya untuk memberi isyarat uang.
HARI TRI WASONO
Tidak ada komentar:
Posting Komentar